SUS ENVIRONMENT Raih Dua Proyek WtE di Indonesia, Percepat Ekspansi Global

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SHANGHAI, 6 Agustus 2026 /PRNewswire/ — SUS ENVIRONMENT (SUS Indonesia Holding Limited) terpilih sebagai mitra untuk mengembangkan dua proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (Waste-to-Energy/WtE) dalam seleksi tahap kedua di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Dalam proses seleksi yang diikuti 68 proposal dari 85 peserta prakualifikasi di berbagai negara, SUS ENVIRONMENT menjadi salah satu penyedia teknologi WtE yang berhasil memperoleh dua proyek. Dalam proyek Lampung Raya Waste-to-Energy, perusahaan memimpin konsorsium bersama PT Indoplas Dewata Energi. Sementara itu, dalam proyek Surabaya Raya Waste-to-Energy, SUS ENVIRONMENT bergabung dalam konsorsium bersama PT Bakrie Power dan PT Akritas Karya Persada. Pencapaian tersebut menegaskan kapabilitas SUS ENVIRONMENT dalam pengembangan proyek WtE, mulai dari penguasaan teknologi pembangkit listrik berbasis insinerasi sampah hingga kemampuan memenuhi standar internasional yang ketat.

Kedua proyek ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk mengatasi lonjakan volume sampah perkotaan sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menjadikan WtE sebagai salah satu solusi strategis yang mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memperkuat bauran energi bersih nasional. Berbekal teknologi yang telah teruji dan pengalaman mengoperasikan berbagai fasilitas WtE, SUS ENVIRONMENT siap mendukung transformasi pengelolaan sampah di Indonesia dengan mengubah limbah perkotaan menjadi sumber energi bersih yang andal bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penetapan Conditional Letter of Award (Conditional LOA) menjadi perkembangan penting dalam strategi ekspansi internasional SUS ENVIRONMENT. Setelah membangun rekam jejak yang kuat di Tiongkok melalui pengoperasian berbagai fasilitas WtE berstandar tinggi dengan tingkat efisiensi terbaik di industri, SUS ENVIRONMENT kini mempercepat ekspansi ke pasar global. Melalui kemitraan bersama sejumlah perusahaan Indonesia serta dukungan kapabilitas teknis yang dimiliki, SUS ENVIRONMENT terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang kompetitif di industri lingkungan global. Perusahaan berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih di berbagai negara.

Tentang SUS ENVIRONMENT

SUS ENVIRONMENT merupakan penyedia peralatan dan teknologi insinerasi sampah terbesar di dunia. Perusahaan juga termasuk dalam jajaran tiga investor dan operator fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) atau kawasan industri rendah karbon (low-carbon eco-industrial park) terbesar di dunia. Hingga Desember 2025, SUS ENVIRONMENT telah mendirikan 11 pusat manajemen di seluruh dunia, dan melayani lebih dari 100 juta orang.

* Data Sanitasi Lingkungan Hidup Tiongkok dan data publik, mencakup skala desain total, data terhitung hingga 31 Desember 2025.

 

 

 

Berita Terkait

Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0
Huawei Hadirkan OTN Generasi Baru untuk Jaringan Optik Berbasis AIDC
CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam
RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset
IGEL Menunjuk Pemimpin Zero Trust AS, Randy Resnick, untuk Memajukan Strategi IGEL Adaptive Secure Endpoint Platform™
Xinhua Silk Road: Linyi Trade City di Tiongkok Bagian Timur Buka Pusat Pengadaan Internasional, Dorong Aktivitas Perdagangan Global
Xinhua Silk Road: Forum di Jakarta Perkuat Kerja Sama Perpajakan antara Negara-Negara “Belt and Road”
Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Huawei Hadirkan OTN Generasi Baru untuk Jaringan Optik Berbasis AIDC

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06 WIB

CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Xinhua Silk Road: Linyi Trade City di Tiongkok Bagian Timur Buka Pusat Pengadaan Internasional, Dorong Aktivitas Perdagangan Global

Berita Terbaru