Badan Pangan Nasional Dorong Neraca Pangan Daerah untuk Mendukung Sinergi Pengendalian Inflasi

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 15 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Dok. TIm Komunikasi Bapanas)

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Dok. TIm Komunikasi Bapanas)

KONTENNEWS.COM – Penguatan neraca pangan daerah menjadi aspek penting dalam memberikan gambaran yang utuh terhadap situasi surplus dan defisit di setiap daerah.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan hal tersebut pada Jumat (14/6/2024) di Istana Negara.

Arief menyampaikan usai menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

“Badan Pangan Nasional mendorong setiap daerah punya neraca, sehingga tahu kebutuhan pangannya berapa, berapa yang harus diproduksi.”

“Basis data pangan yang kuat akan memberikan situasi yang lebih tepat dan menentukan pemetaan intervensi stabilisasi di lapangan secara lebih akurat,” ujar Arief.

Dikutip dari Pangannews.com, tiap daerah memiliki keunggulan komoditas pangannya, sehingga dengan neraca pangan daerah tersebut.

Kerja Sama Antardaerah Saling Isi Komoditas Pangan

Daerah bisa menjalin kerja sama antardaerah yang kuat dengan saling mengisi komoditas pangan yang defisit di daerah masing-masing.

“Dengan adanya neraca pangan daerah, kita dapat memantau dan mengelola distribusi pangan secara lebih efektif dan efisien.”

“Hal ini sangat krusial untuk memastikan stabilitas harga pangan dan mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu inflasi,” ungkap Arief.

Arief Prasetyo Adi juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergi dalam penyusunan neraca pangan ini.

Baca Juga:

ASEAN 2045: Prabowo Perkuat Komitmen Integrasi Kawasan di KTT ke-46

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Drama di Balik Sidang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, KPK Belum Putuskan Periksa Firli Bahuri

Secarik Ijazah Menjadi Medan Politik yang Absurd di Di Tengah Pusaran Hoaks dan Gugatan Hukum,

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan dalam pengelolaan pangan nasional.”

“Kami berharap dengan langkah pengendalian inflasi yang terus kita koordinasikan bersama melalui pertemuan rutin.”

“Yang dikoordinasikan Bapak Mendagri, kita berharap inflasi tetap terjaga sesuai target pemerintah,” tegasnya.

Bapanas Diminta Jaga Kelancaran Distribusi Pangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Rakornas Pengendalian Inflasi tersebut juga menekankan peran Bapanas.

Badan Pangan Nasional diminta memastikan kelancaran distribusi pangan, utamanya 10 komoditas pangan strategis.

“Kesinambungan pasokan domestik kunci utama menjaga stabilitas pangan di seluruh daerah, pengembangan neraca pangan menjadi penting.”

“Dari Badan Pangan Nasional mempersiapkan, yaitu penyediaan data yang akuntabel.”

“Dengan data ini stabilisasi harga di daerah dapat termonitor dengan baik,” ujar Airlangga.

Termasuk Inflasi Terendah di Dunia pada Saat Ini

Adapun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tren inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan terkendali rendah.

Bahkan termasuk terendah di dunia saat ini. Tercatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2024 sebesar 2,84 persen.

Angka ini masih terjaga dan berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

Menurutnya, hal ini didukung dengan sinergi yang kuat dari seluruh stakeholder dalam pengendalian inflasi.

Termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan yang secara massal dilakukan di seluruh daerah.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoekbis.com dan Harianinvestor.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 062.live dan Apakabarjateng.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis Elnusa-STT Migas Cetak Generasi Profesional Sektor Energi
Deregulasi Impor Didukung Pasar, Investor Apresiasi Komitmen Pro-Growth
Pasar Modal Nasional Siap Menguat, CSA Index Catat Kenaikan Optimisme yang Signifikan
Pengunduran Dìrinya yang Tak Disetuǰui Presiden Prabowo Subianto, Ini Respons Kepala PCO Hasan Nasbi
IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Jadi 4,7 Persen, Ini Tanggapan Istana
Seminar Nasional 2025: PPJKI dan BPKH Soroti Peluang dan Tantangan Pembentukan Sovereign Halal Fund
Bidang Pertambangan dan Mineral, Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Strategis
CSA Index April 2025 Tunjukkan Peluang Pemulihan Pasar Jika Didorong Sentimen Positif dan Stimulus Tepat

Berita Terkait

Selasa, 15 Juli 2025 - 11:51 WIB

Kolaborasi Strategis Elnusa-STT Migas Cetak Generasi Profesional Sektor Energi

Selasa, 1 Juli 2025 - 07:32 WIB

Deregulasi Impor Didukung Pasar, Investor Apresiasi Komitmen Pro-Growth

Rabu, 7 Mei 2025 - 20:28 WIB

Pasar Modal Nasional Siap Menguat, CSA Index Catat Kenaikan Optimisme yang Signifikan

Selasa, 6 Mei 2025 - 14:00 WIB

Pengunduran Dìrinya yang Tak Disetuǰui Presiden Prabowo Subianto, Ini Respons Kepala PCO Hasan Nasbi

Kamis, 1 Mei 2025 - 06:10 WIB

IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Jadi 4,7 Persen, Ini Tanggapan Istana

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB