Merasa Dikucilkan Karena Corona, Puluhan Warga Desa Pusungi Tutup Jalan

  • Whatsapp
Puluhan warga Desa Pusungi saat melakukan aksi penutupan jalan terhadap warga desa lainnya yang hendak melintas di desanya. Jumat (10/4/2020). [Foto : Jefri]

TOUNA, – Puluhan masyarakat Desa Pusungi Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una, melakukan aksi tutup jalan dari arah Ampana menuju ke arah Ampana Tete yang melintasi Desa Pusungi, Jumat (10/4/2020).

Pemalangan jalan tersebut berawal dengan adanya warga desa Pusungi beberapa hari yang lalu, yang diduga positif terinfeksi covid-19, sehingga warga Desa Pusungi sering mendapatkan kucilan dan larangan berkunjung ke Desa lain, oleh orang-orang yang tdk bertanggungjawab.

Bacaan Lainnya

“Seperti warga Pusungi jangan masuk disini,” ucap warga Desa Pusungi menirukan ucapan warga Desa lainnya.

Seperti yang dialami oleh Ibu Lasmi (50), Kamis, (9/4/2020), saat mendatangi kantor PLN Ampana untuk mendaftar KWH untuk rumahnya, namun mendapatkan penolakan langsung oleh oknum petugas PLN karena berasal dari Desa Pusungi.

Tak hanya itu, kejadian juga sempat di alami, seperti yang dituliskan oleh akun facebook Ling Schu, merasa kecewa sebagai warga Desa Pusungi dengan pelakuan warga lainnya.

“Merasa sangat sedih dan terpukul sekali 😭😭😭😭. Singkat cerita saja, masuk di Ampana Mart tadi belanja susu buat sikecil, pas sudah mau bayar antrian panjang.. Sambil menunggu antrian,, tiba tiba ada sich bapak yang ngomong ditengah antrian panjang, siapa orang pusungi disini,, sambil tertunduk diam, kalau ada orang pusungi didalam sini kasih keluar jangan kasih masuk didalam sini, orang pusungi itu bawa virus… 😭😭🤦‍♀️🤦‍♀️ Ya Allah, bukannya saling memberi dukungan satu sama lain,,, tapi hanya malah menjust, seakan akan orang pusungi itu malaikat pencabut nyawa bagi mereka… Subhanallah Ya Allah,” tulis Ling Schu di akun Facebooknya.

Saat dilokasi kejadian, Kapolres Tojo Una-una, AKBP. ALfred Ramses Sianipar, mengatakan sangat menyayangkan dengan adanya kejadian seperti itu, yang mendiskriminasi warga desa Pusungi.

“Kami akan menindak pelaku penyebar informasi ini,” tegas Kapolres.

Kapolres menegaskan, tidak ada yang boleh melarang warga desa untuk berkunjung ke desa lain.

“Seperti penjual ikan yang berasal dari desa lain, jangan dilarang masuk kedasa ini (Desa Pusungi), begitupun sebaliknya,” Kapolres mencontohkan.

Dengan kejadian ini, selaku penanggung jawab keamanan, Kapolres Touna, AKBP. Alfred, akan memerintahkaan Kapolsek Ampana Tete untuk mensosialisasikan atau menyampaikan kepada seluruh warga desa yang bertetangga dengan Desa Pusungi, agar tidak melakukan tindakan pengucilan, apalagi melarang warga desa Pusungi berkunjung di desa lain.

“Jangan ada yang saling mendiskriminasi seseorang, siapapun boleh menyebrang ke Desa lain, namun semua tetap harus waspada dan melakukan langkah antisipasi, seperti penggunaan masker dan sosial distancing saat keluar,” tukasnya.

Masih Kapolres Touna menegaskan, jika ada berita Hoax atau informasi yang belum di ketahui kebenarannya, jangan di sebar luaskan, karena itu bisa menimbulkan kepanikan kepada orang lain.

“Jika ada yang menyebarkan informasi Hoax rekait covid-19, kami akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlalu,” tutup Kapolres Touna. [JF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.