Peserta Diklat Pim II, Suri Fitriah Implementasikan Proyek Perubahan ‘Ke Desa Ki’

  • Whatsapp
Wakil Bupati Pasangkayu Hj Herny Agus, bersama Dandim 1427/Pasangkayu, saat menghadiri acara Implementasi Proyek Perubahan 'Ke Desa Ki' yang dicetus oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statiktik Suri Fitria, di Aula Kantor Desa Sarjo Kabupaten Pasangkayu, Rabu (2/6/2021). [Foto: Irwan]

PASANGKAYU, – Sebagai penunjang tercapainya informasi dikalangan masyarakat terluar di Pasangkayu, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statiktik akan mencanangkan program kegiatan ‘Ke Desa Ki’.

Program kegiatan ‘Ke Desa Ki’ ini lahir dari proyek perubahan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) II, yang dicanangkan oleh Suri Fitriah selaku Kepala Dinas Dinas Komunulikasi Informatika Persandian dan Statiktik saat ini.

Bacaan Lainnya
banner 300600

Menurut Ria sapaan akrabnya, kegiatan ‘Ke Desa Ki’ ini sangatlah penting bagi masyarakat yang berada dipelosok.

‘Ke Desa Ki’ merupakan inovasi penyebarluasan informasi dengan menggunakan sarana media tradisional dalam bentuk nyanyian rakyat, tarian, musik, drama atau teater, pidato, dan lainnya.

“Ini semua sebagai saluran dalam penyebarluasan informasi publik dan kebijakan pembangunan daerah untuk masyarakat perdesaan khususnya wilayah terluar di Kabupaten Pasangkayu,” sebut Suri Fitriah saat mengimplementasikan proyek perubahannya di Aula Kantor Desa Sarjo Kabupaten Pasangkayu, Rabu, (2/6/2021).

Secara detail, orang nomor satu di Diskominfopers Pasangkayu ini juga menjelaskan, secara terminologi ‘Ke Desa Ki’ memiliki makna ‘ajakan’, sehingga Pemerintah dan stakeholder dapat berperan serta dalam penyebarluasan informasi publik dan kebijakan pembangunan daerah di Desa agar di ketahui masyarakat terluar.

Masih Ria, tujuan kegiatan ‘Ke Desa Ki’ adalah terwujudnya media tradisional sebagai saluran desiminasi informasi publik dan kebijakan pembangunan daerah untuk perdesaan khususnya wilayah terluar di Pasangkayu.

Salah satu penampilan karate tradisional ‘Pamanca’ dari suku Mandar, di acara Implementasi Proyek Perubahan ‘Ke Desa Ki’ di Aula Kantor Desa Sarjo Kabupaten Pasangkayu. Rabu (2/6/2021). [Foto : Irwan]
Terakhir, kata Ria, manfaat penerapan program kegiatan ‘Ke Desa Ki’ nantinya yaitu terpenuhinya kebutuhan informasi bagi masyarakat terluar, memperkecil kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat terluar dalam memanfaatkan akses informasi dan pelayanan publik.

Secara praktis ‘Ke Desa Ki’ juga akan membuka peluang pengembangan UMKM di wilayah terluar di Kabupaten Pasangkayu jika mudah dalam mengakses informasi mengenai kebijakan pembangunan daerah. Dengan metode partisipatif akan lebih mudah kepada masyarakat terluar untuk mengembangkan dan mengelola sumber dayanya dengan maksimal. Dan lebih meningkatkan promosi potensi wilayah terluar di Kabupaten Pasangkayu. [Wan]