Program Air Bersih Bulano Diduga Dijadikan Lahan Pungli Oleh Pemdes, Satgas Pungli Diminta Turun Tangan

  • Whatsapp

PARIMO, – Upaya Pemerintah menyediakan air bersih kepada masyarakat Kecamatan Bolano Lambunu yang menelan biaya APBN ratusan juta dinilai menjadi beban masyarakat.

Pasalnya, Proyek Penyedian Air Minum dan Sanitasi berbasis masyarakat atau Pamsimas Tahun 2019 yang terdapat di Desa Kota Nagaya Dusun V, Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong diduga dijadikan lahan Pungli (pungutaan liar) oleh pemerintah Desa (Pemdes).

Bacaan Lainnya
banner 300600

Seperti yang disampaikan oleh warga sekitar, Khalik mengatakan, iuran pungutan tersebut di bebankan kepada masyarakat bervariasi nilainya mulai dari 30.000 hingga 50.000 rupiah per KK (Kartu Keluarga).

“Program Pamsimas dianggarkan dari APBN ini dijadikan lahan pungli oleh pemerintah, nilai pungutan bermacam-macam. Ada yang bayar 30.000 ribu ada juga yang membayar 50.000 per KK,” sebut Khalik. Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, warga setempat sangat terbebani dengan adanya pungutan ini yang dilakukan oleh Pemerintah Desa. Sebab, jika warga terlambat membayar iuran tersebut pihak Pemerintah Desa langsung melakukan pemutusan pipa air kerumah warga.

Khalik menjelaskan, penggunaan dana iuran pungutan itu pun kami tidak tahu peruntukannya untuk apa.

Ironisnya lagi, Khalik menyebutkan, pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa diduga tidak didasari oleh peraturan Desa (Perdes).

“Kami sudah melakukan konfirmasi ke Pemerintah Desa, namun pungutan itu tidak memiliki dasar melakukan pungutan seperti diatur dalam Perdes,” ungkap Khalik.

Lanjut Khalik, permasalahan ini sudah di laporkan kepada Pihak Satgas Pungli, dan juga Kapolsek Bolano lambunu, namun belum ada tindaklanjutnya.

Hingga berita ini tayang, pihak media telah mencoba menghubungi Kepala Desa melalui via handphone dan chatingan Whatsapp, namun diabaikan begitu saja. [Jefri]