Pelaku Dugaan Pembunuhan di Desa Motu Pasangkayu Berhasil Diringkus

  • Whatsapp
Tersangka S (21 Tahun) dugaan kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Motu, Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu.

PASANGKAYU, – Dibackup Jatanras Polres Mamuju Utara (Matra), personil Polsek Baras berhasil mengamankan S (21 tahun) warga Dusun Sidomaju Desa Balanti Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat, yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap MY pada Jumat sore (28/2/2020), di Desa Motu.

Tak sampai 24 jam, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan beberapa saksi, anggota kepolisian berhasil mengamankan tersangka di kediamannya di dusun Palasari Desa Motu.

Bacaan Lainnya
banner 300600

Kronologi kejadian dugaan pembunuhan tersebut berawal saat tersangka (S) mengendarai kendaraan roda dua (R2) dari arah utara (Bulili) dan berpapasan dengan korban (MY) yang juga mengendarai R2 dari arah selatan (SP1, Desa Motu), namun tiba-tiba korban (MY) menghadang (S) dan turun dari kendaraannya langsung menampar tersangka (S).

“Janganko pukulka lagi, karena kalau kau pukulka lagi, saya lawan ko itu,” kata (S) usai ditampar.

Tak terima jawaban perkataan (S), (MY) kemudian mencabut badiknya dan menyerang (S), namun tersangka (S) berhasil menghindar sambil mencabut parang yang dibawanya dan membalas serangan (MY) yang mengenai badan dan tangan (MY).

Niat mau melawan serangan dari (S), namun (S) kembali menebas bagian belakang kepala (MY) berulang kali hingga tersungkur ke tanah.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Mamuju Utara AKBP. Leo H Siagian mengatakan memang saat ini pihaknya telah mengamankan tersangka (S) atas kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan terhadap korban (MY).

“Kasus ini masih didalami motif pembunuhannya,” ujar Kapolres Matra.

Ia jelaskan, untuk barang bukti pihaknya telah mengamankan sebilah badik dan parang milik tersangka dan korban. Selanjutnya untuk tersangka sendiri sudah diamankan di rutan Polres Mamuju Utara, guna proses penanganan lebih lanjut.

Namun, untuk tersangka (S) akan dikenakan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [Wan]