KONTENNEWS.COM – Capres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto menekankan bahwa hilirisasi mutlak dilakukan.
Agar bangsa Indonesia dapat menikmati potensi kekayaannya sendiri tanpa mengalami net outflow terus-menerus.
“Kebijakan kadang bisa mengubah nasib suatu bangsa. Kita bisa hentikan mengalirnya kekayaan negara kita keluar,” kata Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Diplomat Muda Tewas Mencurigakan: Presiden Desak Penyelidikan Tanpa Intervensi
KPK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Surat Kementerian oleh Istri Menteri UMKM
KPK Tak Kenal Henti: Serangkaian Penggeledahan dalam Kasus PT IIM Berlanjut

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo Subianto menyampaikan paparan visi dan misi perekonomian RI di acara Sarasehan 100 Ekonom yang digagas INDEF, Jakarta, Rabu 8 November 2023.
Salah satu yang digarisbawahi adalah hilirisasi industri pertahanan (inhan).
Baca artikel lainnya, di sini: Bikin Portal Berita Melayani Jasa Pembuatan Media Online yang Berkualitas dengan Paket Hemat
Baca Juga:
KPK Bongkar Dugaan Rente Haji, Ustadz Khalid Ikut Diperiksa
BPOM Ungkap Sembilan OBA Berbahaya dengan Bahan Kimia
Ketika Pegawai MA Kaya Raya: Zarof Ricar dan Emas 51 Kilogram
Prabowo Subianto mengatakan, diperlukan investasi pendidikan seperti science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Agar menghasilkan sumber daya manusia unggul untuk kemampuan produksi.
“Yang terjadi pada abad ke-21 ini adalah suatu revolusi yang namanya STEM,” ujar Prabowo Subianto.
“Industri pertahanan memang tidak bisa lepas dari pendidikan. Kalau kita bicara hilirisasi (inhan), kita bicara ilmu STEM. Ini bermanfaat untuk produksi,” imbuhnya.
Baca Juga:
Lewotobi Muntahkan Lava Pijar, Desa-Desa Diterjang Abu dan Kerikil
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
ASEAN 2045: Prabowo Perkuat Komitmen Integrasi Kawasan di KTT ke-46
Oleh karena itu, Prabowo Subianto berharap Indonesia dapat mencetak lebih banyak lulusan pendidikan di bidang STEM.
Seperti Cina yang tiap tahunnya dapat menghasilkan 4,6 juta dan India 2,5 juta sarjana di bidang tersebut.
“Kita pun harus investasi besar-besaran dalam pendidikan, terutama STEM. Kita nggak usah terlalu minder, ya kita ketinggalan, tapi saya optimis,” ucap Prabowo Subianto.***



























