KONTENNEWS.COM – Menjelang Pilpres 2024 saat ini muncul video azan magrib di salah satu stasiun televisi Indonesia yang menampilkan calon presiden.
Stasiun televisi Indonesia itu memperlihatkan bakal calon presiden Ganjar Pranowo sedang melaksanakan solat.
Kemunculan video tersebut menimbulkan persepsi yang kontroversi di kalangan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
KPK Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Surat Kementerian oleh Istri Menteri UMKM
KPK Tak Kenal Henti: Serangkaian Penggeledahan dalam Kasus PT IIM Berlanjut

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak tudingan, termasuk melakukan politik identitss, politisasi agama maupun tudingan tudingan kampanye politik.
Partai politik koalisi pengusung dan pendukung Ganjar Pranowo sebagai bacapres di Pemilu 2024 memberkan opininya.
Baca artikel lainnya di sini: Ternyata Ini Sosok yang akan Dampingi Ganjar Pranowo, Bukan Menteri Sandiaga Uno atau Menteri Erick Thohir
Baca Juga:
BPOM Ungkap Sembilan OBA Berbahaya dengan Bahan Kimia
Ketika Pegawai MA Kaya Raya: Zarof Ricar dan Emas 51 Kilogram
Lewotobi Muntahkan Lava Pijar, Desa-Desa Diterjang Abu dan Kerikil
Mereka menyebut kemunculan Ganjar Pranowo di video tersebut bukan merupakan politik identitas maupun kampanye politik.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai kemunculan Ganjar dalam video azan tersebut bukan merupakan politik identitas.
“Bukan (politik identitas), karena dari sisi Pak Ganjar Pranowo merupakan sosok yang religius, religiusitasnya tidak dibuat-buat,” kata Hasto di Jakarta, Sabtu, 9 September 2033.
Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa politisasi identitas justru merupakan politik yang tidak mencerdaskan bangsa.
Baca Juga:
ASEAN 2045: Prabowo Perkuat Komitmen Integrasi Kawasan di KTT ke-46
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Secarik Ijazah Menjadi Medan Politik yang Absurd di Di Tengah Pusaran Hoaks dan Gugatan Hukum,
Ketua DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng mengecam pernyataan beberapa pihak yang menyebutkan kalau Ganjar melakukan politisasi agama setelah muncul dalam video azan tersebut.
“Itu tuduhan sumir lawan politik saja. Di tayangan itu Ganjar terlihat netral, tidak ada unsur politik sama sekali apalagi kampanye,” ujar Yusuf Lakaseng.***


























